Sejarah Suku Bugis Lahir, Orang Bugis Harus Tau

sejarah

sejarah Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku dan kebudayaan yang begitu beragam. Masing-masing suku pun memiliki sejarahnya masing-masing. Hal itupun membuat Indonesia terkenal dengan bangsa yang begitu plural, karena banyaknya suku yang ada di Indonesia.

Tahukah sahabat adat sekalian, dari sekian banyak suku yang ada di Indonesia, suku bugis merupakan salah satu suku yang mempunyai sejarah panjang yang cukup unik untuk dibahas. Karena, berdasarkan sejarah yang tim adatkita.com dapatkan, suku bugis memiliki hubungan yang cukup erat dengan bangsa  cina.

Nah, Bagaimana sebenarnya sejarah suku bugis ini bisa lahir ?

Ternyata dari berbagai referensi yang tim adatkita.com dapatkan, Bugis merupakan salah satu suku yang tergolong dalam suku Melayu Daeutero. Suku Melayu ini masuk ke Nusantara setelah adanya sebuah gelombang migrasi pertama dari daratan Asia, lokasi tepatnya berada di Yunan.

Baca Juga: Adat Mappacci Dalam Suku Bugis

Kata “Bugis” sendiri lahir dari kata To Ugi, yang memiliki arti orang bugis. Lahirnya kata “Ugi” sendiri merujuk pada raja pertama kerajaan Cina, tepatnya di Pammana. Pammana hari ini terkenal dengan Kabupaten Wajo yang pada saat itu d/pimpin oleh raja yang bernama La Sattumpugi. Dari nama raja mereka saat itulah, para rakyat menamakan dirinya dengan merujuk kepada nama raja mereka.

Pada waktu itu mereka dengan bangga menjuluki dirinya dengan sebutan “To Ugi” atau dengan istilah para pengikut dari La Sattumpugi. Kalau kita lihat dari segi silsilah keturunannya, La Sattumpugi merupakan ayah dari We Cudai yang bersaudara dengan Batara Lattu, yang merupakan ayah dari Sawerigading. Wah, ternyata orang-orang suku bugis mempunyai hubungan sejarah yang sangat erat dengan cina ya sahabat adat.

Kemudian, Sawerigading sendiri merupakan suami dari We Cudai. Dari perkawinan meraka terlahirlah beberapa anak salah satunya adalah La Galigo. Dari seorang yang bernama La Galigo terciptalah sebuah karya sastra terbesar di dunia saat itu, dengan jumlah yang sangat fantastis, yaitu berjumlah kurang lebih 9000 halaman folio.

Dalam sebuah karya yang cukup fantastis itu, tersebutlah sebuah kisah “Sawerigading Opunna”, yang mempunyai arti “yang d/pertuan di Ware”, cerita tradisi masyarakat bugis. Kisah Sawerigading ini juga terkenal dalam tradisi masyarakat Kaili, Gorontalo, Luwuk dan beberapa tradisi lain yang ada d/Sulawesi.

Itulah sejarah singkat lahirnya nama “To Ugi” atau orang bugis yang hari ini tersebar d/seluruh wilayah Indonesia.

Bagaimana dengan sejarah perkembangannya di Indonesia?, Terus tunggu tulisan dari tim adatkita.com selanjutnya.

 

Junjung Adat…

Jaga Tradisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *