Upacara Tiwah, Budaya Suku Dayak Kalimantan Tengah

Upacara Tiwah

Upacara Tiwah Tahukah sahabat adat sekalian, ternyata suku dayak khususnya yang berada di Kalimantan Tengah mempunyai tradisi yang sangat unik. Tradisi unik itu terkenal dengan nama Upacara Tiwah.

Upacara tiwah merupakan sebuah prosesi untuk menghantarkan roh leluhur sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka. Prosesnya pun dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung.

Tiwah merupakan sebuah upacara ritual kematian tingkat akhir bagi masyarakat suku dayak di Kalimantan Tengah. Khususnya Suku Dayak pedalaman yang menganut agama Kaharingan sebagai warga leluhur suku dayak.

Baca Juga: Talingaan Aru, Tradisi Unik Suku Dayak Kayan

Apasih Tujuan dari ritual Tiwah ini?

Tujuan pelaksanaan tradisi ini adalah untuk meluruskan perjalanan roh atau arwah untuk menuju surga atau d/sebut dengan Lewu Tatau. Kemudian, upacara tiwah juga bertujuan untuk melepas Rutas atau sebuah kesialan bagi keluarga almarhum/almarhumah yang d/tinggalkan agar terhindar dari hal-hal buruk.

Nah, tahukah sahabat adat sekalian, ternyata untuk melakukan prosesi upacara adat tiwah ini tidak mudah lho. Butuh persiapan yang cukup panjang dan rumit, bahkan pendanaan yang tidak sedikit lho. Yuk intip prosesi ritual adat tiwah suku dayak kalimantan tengah dengan terus baca artikel ini sampai selesai.

Prosesi Upacara Tiwah

Untuk melaksanakan Tradisi tiwah ini, suku dayak harus menyiapkan ratusan ekor hewan sebagai sesajen. Sesajen tersebut bertujuan untuk mengantar arwah orang-orang yang telah meninggal. Hewan korban yang tersedia d/kenal dengan istilah tabuh. Dari 34 kepala keluarga almarhum yang ikut terlibat dalam ritual ini, terkumpul sebnayak 142 ekor hewan dengan rinciannya 30 ekor sapi, 10 ekor kerbau, 5 ekor babi, serta 80 an ekor ayam. Wah, kebayang kan sahabat adat berapa biaya yang harus d/keluarkan?

Upacara Tiwah

Kemudian, proses selanjutnya adalah hewan tersebut akan d/tombak secara bertahapan. Setelah d/lakukan penombakan, hewan tersebut akan d/masak dan d/berikan kepada para tetangga dan tamu-tamu yang hadir dan berkunjung pada lokasi tiwah. Nah, khusus hewan ayam, tidak ditombak tetapi dilakukan dengan cara sembelih.

Selain itu, rangkaian upacara prosesi Tiwah ini sendiri memakan waktu hingga berhari-hari bahkan sampai non-stop lho sahabat adat, bahkan bisa sampai satu bulan lebih lamanya. Dari itu tradisi ini menjadi menarik untuk disaksikan karena prosesnya yang begitu panjang dan unik.

Puncak dari Tradisi Tiwah ini adalah dengan memasukkan tulang-belulang yang d/gali dari kubur dan sudah disucikan melalui ritual khusus kedalam sandung.

Bagaimana Sahabat adat? kelihatannya kita perlu nih melihat secara langsung tradisi ini dari lokasinya secara langsung. Yuk, Kita ke Kalimantan Tengah. hehehe
Junjung Adat…
Jaga Tradisi….

1 thought on “Upacara Tiwah, Budaya Suku Dayak Kalimantan Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *