Rumah Adat Aceh, Luas dan Menyatu bersama Alam

rumah adat

Rumah adat.Provinsi Aceh merupakan salah satu provinsi yang berada di ujung utara Pulau Sumatera. Provinsi Aceh juga dikenal dengan julukan Negeri Serambi Mekkah yang memiliki beragam kebudayaan dan asat istiadat.

Nah, kali ini tim dari adatkita.com akan mengulas salah satu kebudayaan aceh yaitu Rumah Adat di Provinsi Aceh. Sahabat adat tau gak apa nama rumah adat Provinsi Aceh nih?

Rumah Aceh d/sebut dengan Rumoh Aceh atau Rumah Aceh. Pada umumnya, rumah aceh memiliki ketinggian sekitar 2.5 hingga 3 meter.  Pada setiap rumoh aceh terdapat sebuah rambat atau ruang utama. Kemudian, jumlah keseluruhan ruang akan disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan masing-masing masyarakat.

Baca Juga: Tradisi Unik Suku Dayak Kayan

Kalau sahabat adat akan memasuki rumah adat aceh ini, sahabat adat harus menunduk dulu. Kenapa? Karena itu menandakan simbol untuk menghormati sang tuan rumah. Wah, unik juga ya, cara menghormati tuan rumahnya. Kita harus menunduk terlebih dahulu.

Pada setiap rumah adat aceh, ada tumah yang memiliki tiga ruang dengan membutuhkan 16 tiang. Namun, ada juga yang memiliki ruangan dengan 24 tiang. Kesemuanya itu tergantung dengan kemampuan dan keinginan masyarakat aceh.

Uniknya, begitu sahabat adat masuk kedalam rumah aceh, akan terlihat ruang yang luas tanpa ada perabotan rumah lho, seperti kursi dan meja. Setiap orang yang masuk akan duduk bersila yang d/lapisi dengan tikar pandan.

Bahkan ternyata, rumah aceh bukan hanya sekedar hunian lho. Tetapi juga sebagai ekspresi keyakinan terhadap tuhan dan adaptasi terhadap alam.

Apa sih bagian bagian dari Romah Aceh serta fungsinya?

  1. Ruangan Depan (Seuromoe Keu)

Pada ruang depannya polos tanpa kamar. Nah, fungsinya sebagai ruang tamu laki-laki, ruang belajar mengaji anak laki-laki. Bahkan sebagai tempat tidur ketika ada tamu laki-laki. Namun ketika ada upacara perkawinan, berfungsi sebagai jamuan makan bersama.

  1. Ruangan Tengah (Seuromoe Teungoh) Rumah adat

Seuromoe teungoh d/sebut juga dengan rumah inong (rumah induk) yang d/anggap sebagai tempat suci karena bersifat pribadi. Nah, pada Seuromoe teungoh ada dua bilik kamar yang saling berhadapan. Kedua kamar tersebut digunakan untuk tempat tidur keluarga. Kemudian yang perlu sahabat adat ketahui, ketika ada anak perempuan yang baru kawin, akan menempati kamar ini dan orang tua akan pindah ke anjong.

  1. Ruang Belakang (Seramoe Likoet)

Seramoe Likoet atau serambi belakang polos tanpa ada kamar. Nah, kali ini berfungsi untuk para tamu khusus perempuan. Luas nya sama dengan ruang depan.

Jadi, rumah adat aceh ini antara ruang laki-laki dan perempuan dipisah.

Terakhir, yang membuat kita terkejut ternyata Rumah Adat aceh ini, walaupun tidak menggunakan paku dan terbuat dari kayu, namun dapat bertahan hingga ratusan tahun lamanya. Waw, lama juga ya sahabat adat. Gimana? Udah ga sabar berkunjung kerumah adat aceh? Ayo kita kenali Indonesia lebih dekat lagi….

Junjung Adat…

Jaga Tradisi…

2 thoughts on “Rumah Adat Aceh, Luas dan Menyatu bersama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *