Naik Dango, Tradisi Unik Suku Dayak kalimantan

naik dongo

Naik dango.Suku dayak, sahabat adat pernah dengar??? Pastinya pernah dong. Ya, suku dayak ini terletak di Pulau Kalimantan Indonesia. Mereka merupakan salah satu suku yang cukup terkenal di Indonesia yang mempunyai berbagai tradisi adat dan budaya.

Pada artikel kali ini tim adatkita.com akan berbagi tentang tradisi suku dayak tentang upacara Naik Dango. Dari namanya saja sudah membuat kita penasaran untuk mengetahuinya, apa sih naik dongo itu? Oke, langsung simak dengan seksama.

Nah, kalau di masyarakat sumba ada upacara minta curah hujan, di masyarakat suku dayak juga ada lo, yaitu upacara syukuran.

Naik Dango, Upacara Syukuran

Upacara Syukuran atau familiar dengan nama Naik Dongo pada suku dayak adalah upacara atas panen padi. Tradisi ini d/laksanakan setahun sekali tiap bulan april d/rumah betang (rumah adat Suku Dayak).

Tradisi ini d/lakukan untuk mengungkap

kan rasa syukur kepada Jubata (Sang pencipta). Karena masyarakat suku dayak bersyukur atas berkah yang d/berikan berupa hasil panen yang melimpah. Selain bersyukur Naik Dango juga menjadi ritual doa agar panen pada tahun selanjutnya juga melimpah dan terlepas dari serangan hama dan bencana.

Proses adat dan ritualisasi  pada tradisi Naik Dango ini adalah bentuk aktualisasi kearifan lokal masyarakat Dayak Kanayatn Kalimantan Barat.

Baca Juga: Tradisi Unik Masyarakat Sumba

Ternyata, upacara naik dango ini berlandaskan atas mitos yang berkembang pada orang dayak kanayatn. Mereka meyakini asal mula padi berasal dari setangai padi adalah milik jubata d/gunung bawang.  Kemudian, padi tadi d/curi oleh seekor burung pipit dan jatuh ketangan Ne Jaek yang sedang mengayau.

Nah, dari sanalah manusia dalam bahasa suku dayak d/sebut dengan Talino mulai mengenal padi sebagai makanan pokok mereka. Kalau sahabat adat bagaimana nih, asal usul bisa makan beras yang dari padi??? Hehehe.

Prosesi upacara adat Naik Dango d/tandai dengan menyimpan seikat padi yang baru selesai d/panen dalam lumbung padi (dango).  Setiap kepala keluarga masyarakat dayak yang bertani atau berladang akan menyimpan sebagian hasilnya.

Padi yang disimpan di dalam dango nantinya akan d/jadikan bibit untuk ditanam bersama-sama dan sisanya menjadi cadangan pangan untuk masa-masa paceklik. Jadi harus ada cadangan juga sahabat adat, jangan sampai termakan semua ya. Hehe. Selanjutnya proses menimang padi akan diikuti dengan pemberkatan padi oleh ketua adat.

Bagaimana sahabat adat? Unikkan tradisi di suku dayak.

Itulah tradisi unik suku dayak yang berada di Kalimantan. Tentunya kita sebagai bangsa, bangga akan keberagaman tradisi suku, budaya yang dimiliki Indoensia.

Junjung Adat…

Jaga Tradisi…

1 thought on “Naik Dango, Tradisi Unik Suku Dayak kalimantan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *