Suku Biak, Tradisi Perjodohan Sejak Kecil

suku biak

Di ujung Timur Indonesia sana, ada suku biak Papua yang dikenal kaya sumber dayanya. Bukan hanya kaya akan alamnya, tetapi juga kaya akan budaya, tradisi serta keunikannya.

Nah, kali ini tim adatkita.com akan coba mengulas salah satu adat pernikahan suku di Papua yaitu suku biak. Ternyata dalam suku biak prosesi adat pernikahannya sangatlah unik.   Apa saja keunikannya? Terus baca artikel ini hingga selesai.

Dalam suku Biak,  prosesi lamar-melamar tetap d/adakan lo, sama pada suku-suku yang lainnya di Indonesia. Hanya saja bedanya, ada dua jenis lamaran yang biasa dilakukan yaitu, Sanapen dan Fakfuken. Apa itu senapen dan fakfuken???

Baca Juga: Melamar Gadis Batak, Ketahui Adat dan Tradisinya

Sanapen

Kebanyakan dari masyarakt suku biak sangat gemar menjodohkan anak-anaknya sejak masih kecil. Wah, artinya kalau sahabat adat sedang PDKT sama gadis suku biak perlu d/tanya tuh, sudah d/jodohkan atau tidak?. Kalau sudah, tentu sahabat adat akan terkendala untuk menjalin ke hal yang lebih serius kedepan.

Sanapen adalah proses pinangan yang d/lalukan anatara pihak orang tua sejak anak-anaknya masih kecil. Ketika anak-anaknya masih kecil para orang tua sudah memikirkan kehidupan anaknya untuk masa depan. Nah, ketika dewasa anak-anak mereka tidak perlu memikirkan jodoh lagi karena sudah d/jodohkan sejak kecil.

Fakfuken

Fakfuken ini adalah proses lamaran yang d/lakukan oleh suku biak ketika anak-anak mereka berumur 15 tahun. Beda halnya dengan sanapen yang sedari kecil sudah d/jodohkan. Artinya bagi sahabat adat yang keluarganya memakai tradisi fakfuken akan bebas nanti memilih pasangan hidup.

Fakfuken merupakan prosesi lamaran yang d/tujukan pada pihak keluarga perempuan setelah calon kedua mempelau berumur 15 tahun.

Saat fakfuken berlangsung, pihak laki-laki akan membawa tanda perkenalan atau biasanya d/sebut dengan (kaken). Kaken ini berupa gelang atau kalung dari manik yang jumlahnya tergantung kemampuan dari pihak laki-laki.

Ketika fakfuken d/berikan ke pihak perempuan, maka pihak keluarga perempuan akan memberikan kaken. Kalau tim adatkita.com bilangnya tukaran tanda sahnya sebuah ikatan.

Prosesi selanjutnya, kedua belah pihak akan menentukan mas kawin yang akan d/berikan oleh pihak laki-laki ke perempuan. Biasanya pada zaman dulu, jika laki-lakinya berasal dari kalangan atas, akan memberikan mas kawin berupa perahu. Tetapi pada hari ini kebanyakan diganti dengan gelang yang terbuat dari kulit kerang (kamfar). Unikkan sahabat adat, jadi kalau kamu laki-lakinya kamu mesti cari kulit kerang yang indah untuk pasanganmu. Agar pasanganmu tambah jatuh cinta denganmu.

Tetapi kalau sahabat adat merasa susah mencari kulit kerang, hari ini kebanyakan d/ganti dengan perhiasan perak sebagai mas kawin. Tetapi tetap diutamakan gelang dari kulit kerang, karena itu adat adat dari suku biak.

Setelah mas kawin d/tentukan, kedua belah pihak akan mendatangi tetua adat. Apa sih tetua adat?, Tetua adat itu adalah orang yang sangat dihormati. Kedua  pihak akan bertanya menginai pernikahan, mulai dari hari yang baik, prosesi adat nikah dll.

Itulah sedikit ulasan terkait lamaran di suku Biak Papua. Semoga artikel ini bermanfaat untuk sahabat adat.

Junjung adat…

Jaga Tradisi…

 

1 thought on “Suku Biak, Tradisi Perjodohan Sejak Kecil

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *