Menguak Makna Filosofi Bahan Mappacci

menguak

Menguak. Selamat datang kembali sahabat adat di website adatkita.com. Setiap kali sahabat adat membuka tulisan-tulisan di artikel ini maka semakin dekatlah kita dengan tradisi budaya Indonesia.

Baiklah sahabat adat, pada artikel sebelumnya kita sudah bahas bahan-bahan mappacci. Kami yakin sahabat adat sudah membaca artikel sebelumnya. Karena kalau belum membacanya, kami sarankan untuk membaca artikel sebelumnya agar sahabat adat  lebih dalam memahaminya.

Baca Juga: Bahan-Bahan Mappacci dalam Tradisi Pernikahan Suku Bugis

Dalam tradisi mapacci suku bugis, beberapa alat dan bahan memiliki makna yang begitu penting. Apa saja makna yang harus kita ketahui? tim adatkita.com akan menguaknya dengan tuntas  .

  1. Bantal

Bantal adalah simbol ”sipakatau” artinya saling menghargai. Karena tergambar dari fungsinya, bantal adalah alas kepala saat tidur. Perlu d/ketahui bahwa kepala merupakan bagian tubuh yang begitu mulia dan d/hargai. Nah, sama halnya dengan seorang manusia akan d/kenal ketika melihat wajahnya. Karena wajah merupakan bagian dari kepala.

  1. Kain Sutera/sarung bugis 4 Lembar

Sarung adalah simbol daru Mabbulo sipeppa artinya persatuan. Hal itu tergambarkan dari kumpulan lembar benang yang d/satukan dan d/olah menjadi kain. Nah, penggunaan 4 lembar yang tersusun mengandung arti  kesiapan calon pengantin memasuki kehidupan berumah tangga. Sebelum memasuki bahtera rumah tangga, ada empat hal yang harus di bersihkan yaitu, mappaccing ati (membersihkan hati), mappacccing nawa-nawa (membersihkan fikiran), mappaccing pangkaukeng (membersihkan tingkah laku), dan mappaccing ateka (membersihkan tekad).

  1. Daun Pisang menguak

Daun pisang adalah simbol serbaguna. Karena  masyarakat bugis meyakini seluruh bagian pisang dapat d/manfaatkan oleh manusia. Pisang adalah tanaman yang produktif, karena sekali ditanam akan tumbuh dan berkembang. Patah tumbuh hilang berganti. Menandakan bahwa manusia hidup akan selalu berkembang dari generasi ke generasi melalui sebuah ikatan perkawinan.

  1. Daun Nangka menguak

Nangka merupakan simbol panasa’ atau simbol cita-cita. Mengandung sebuah makna Mamminasa, artinya sebuah calon pengantin dalam berubah tangga harus memiliki tekad dan cita-cita dalam bahtera rumah tangga.

  1. Tai banni/patti yang artinya lilin.

Lilin merupakan simbol penerangan dan pengabdian. Karena lilin d/gunakan sebagai penerang untuk pengabdian terhadap keluarga, masyarakat, agama, bangsa dan Negara.

  1. Daun paccar atau pacci (bahan utama mappaccing)

Nah sampailah kita pada akhir, makna utama dalam bahan adat mappacci. Daun Pacar/pacci adalah sebuah simbol kebersihan atau kesucian. Pacci d/gunakan sebagai penghias kuku atau dalam bahasa bugis disebut dengan “belo-belo kanuku”. Daun pacar bermakna sebagai perisai yaitu sebuah kesucian (pacci) dan kejujuran (lempu’). Dalam sebuah pribahasa bugis disebutkan “DUA MI UWALA, BELO NA KANUKUE, UNGANNA PANASAE”, yang artinya hanya dua kujadikan perisai, kesucian (pacci) dan kejujuran (lampu’).

Itulah beberapa makna alat dalam adat mappacci suku bugis. Semua adat tradisi yang d/jalankan oleh suku di Indonesia memiliki maknanya masing-masing. Belajarlah untuk mengetahui setiap makna dari tradisi adat yang dilakukan setiap suku. Agar sahabat adat tidak hanya menjunjung tradisi dengan kosong tapi penuh dengan makna dan filosofinya.

Junjung Adat…

Jaga Tradisi…

 

 

1 thought on “Menguak Makna Filosofi Bahan Mappacci

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *