Melamar Gadis Minang Kabau? Ups, Tunggu dulu…

minang kabau

Kamu ingin Melamar gadis Minang Kabau? Ups, tunggu dulu. Saya pastikan kamu akan ditolak. Kenapa? Ternyata dalam proses pernikahan adat minangkabau, yang datang melamar adalah pihak keluarga perempuan.

Sebelum itu, untuk diketahui bersama Minangkabau menganut sistem Matrilineal. Apa itu? Sistem kekerabatannya berdasarkan garis keturunan ibu. Nah itulah yang menyebabkan proses melamar (maminang) d/lakukan oleh pihak perempuan ke pihak-laki-laki. Tapi perlu sahabat adat ingat, adat ini hanya di suku minangkabau.Dalam suku minang yang lainnya, tetap laki-laki yang melamar. Nanti akan kita ulas lain waktu. Kali ini tim dari adatkita.com akan menjelaskan adat pra pernikahan minang kabau.

Pertama Maresek

Proses maresek adalah langkah pertama yang harus d/lakukan sebelum lamaran. Uni-uni harus mengutus beberapa orang yang d/tuakan untuk datang ke keluarga pihak laki-laki. Tujuannya adalah untuk bertanya dan menelisik apakah sudah memiliki calon istri atau belum. Nah, kalau belum tanya juga apakah bersedia menikahi uni-uni sekalian. Pada proses ini, ketika bertamu jangan tangan kosong ya, harus ada buah tangan sebagai oleh oleh. Misalnya seperti buah-buahan maupun makanan tradisional lainnya.

Baca Juga: Tradisi Adat Pernikahan Lampung Pepadun

Kedua Maminang

Setelah yakin d/terima, maka kedua belah pihak keluarga laki-laki dan perempuan akan menikahkan mereka. Ups, tunggu dulu.  sebelum menikah ada proses maminang lo. Maminang itu berasal dari kata “pinang” dan “sirih”. Pinang dan sirih dibawa oleh pihak keluarga perempuan ke pihak keluarga laki-laki. Tempat pinang dan sirih ini khusus lo para sahabat adat, namanya carano (tempat pinang dan sirih dari kuningan). Atau bisa juga dari Kampia yaitu tempatnya darai anyaman pandan. Ini menandakan bahwa pihak keluarga perempuan melamar secara resmi ke keluarga laki-laki.

Ketiga Batuka Tando

Apa sih batuka Tando? Batuka tando itu adalah bertukar tanda. Pada proses ini kedua belah pihak menyepakati bertukar benda-benda yang telah d/sepakati oleh kedua belah pihak. Bertukar benda ini dalam adat minangkabau menandakan bahwa antara perempuan dan laki-laki telah terikat secara sah. Tapi belum halal ya. Hehe

Benda-bendanya itu berupa barang-barang pusaka yang d/yakini memiliki nilai sejarah dan warisan secara temurun oleh nenek moyang terdahulu. Misalnya seperti kain, keris, cincin dan lain-lain.

Keempat Baretong dan Manuak Hari

Kalau sudah sampai pada tahap ini, kedua belah pihak akan membicarakan dan menyepakati tekhnis pernikahan. Biasanya mulai dari tanggal yang dipilih, adat istiadat yang akan digunakan, hantaran dan lain sebagainya.

Kalau para sahabat adat adalah calon mempelainya, sahabat adat tidak bisa ikut campur. Karena pada proses pra nikah ini peran dari ninik-mamaklah (keluarga yang tua) yang memegang peranan penting.

Bagaimana sahabat adat? Enak ya kalau jadi laki-laki minangkabau, tidak perlu melamar perempuan karena perempuanlah yang melamar laki-laki. Tapi kalau dari salah satu pihak membatalkan ada sanksinya juga lho. Sanksi nya itu adalah sanksi-sanksi adat yang telah disepakati oleh kedua belah keluarga. Misalnya membayar denda dan lain-lain. Jadi jangan asal melamar dan jangan asal menerima lamaran ya sahabat adat.

Junjung Adat…

Jaga Tradisi…

 

 

 

 

 

1 thought on “Melamar Gadis Minang Kabau? Ups, Tunggu dulu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *