Melamar Gadis Batak, Ketahui Adat dan Tradisinya

melamar

Sebagai bangsa yang besar, Indonesia kaya akan suku dan budaya. Dalam suku itupun bermacam-macam adat dan istiadatnya. Menjadi hal yang menarik bagi sahabat adat untuk mengetahui persoalan melamar setiap suku yang ada di Indonesia.

Rata-rata adat melamar setiap suku  cukup panjang bahkan ribet lho. Nah salah satunya adalah adat melamar gadis batak.

Gadis batak itu cantik-cantik lo, jadi sahabat adat harus tahu proses ketika mau melamar gadis batak. Proses melamar di adat batak sebenarnya beranekaragam. Tapi tim adatkita.com akan memberitahu rangkaian adat yang sering d/gunakan. Apa saja itu? Mari simak langkah-langkahnya.

Pertama Marhori-hori Dinding

Sahabat adat sudah merasa cocok dengan Gadis Batak?, proses marhori-hori dinding adalah hal pertama yang harus d/lalui . Pada Tahap ini seorang pria meminta izin kepada orang tua si gadis untuk menjadikannya istri. Nah, kalau sudah mendapatkan sinyal 4G  atau 5G, jangan tunggu lama karena sahabat adat akan bisa masuk ketahap selanjutnya.

Pada tahap pertama pembicaraan biasanya mengarah pada soal “Marhata Sinamot”.

Banyak juga ya bahasa yang sulit kita pahami, tapi tenang saja tim adatkita.com akan berupaya memberitahu semuanya.

Baca Juga: Ingin Melamar Gadis Bugis? Kenali Tradisinya…

Marhata sinamot itu adalah mas kawin. Pihak laki-laki akan mengetahui mas kawin yang wajib d/serahkan ke wanita. Pengertian sinamot itu semacam uang beli sebagai ganti kepada orang tua si wanita karena telah memelihara dari kecil hingga dewasa.

Kedua Marhusip

Marhusip ini adalah lamaran resmi dalam adat batak. Kalau tadi kan hanya calon pengantin laki-laki yang meminta izin kepada orang tua wanita. Dalam Tahap kedua sahabat adat sudah harus membawa keluarga besar dan hantaran. Hantaran biasanya berupa pinahan lobu atau babi (penganut agama muslim biasnya d/ganti dengan sapi).

Cukup unik sahabat adat, keluarga wanita akan mempersiapkan dekke, yaitu ikan mas arsik. Sebagai tanda telah siap menerima kedatanga keluarga besar laki-laki.

Dalam adat batak  juru bicara d/kenal dengan raja parhata. Raja parhata berasal dari pihak laki-laki dan pihak perempuan yang  saling berbalas pantun. Berbalas pantun ini adalah tanda mulainya prosesi lamaran.

Nah, apabila keluarga besar kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan, maka calon pengantin langsung dipertemukan. Biasanya akan diberikan uang ingot-ingot yang d/letakkan diatas beras. Uang tadi sebagai tanda pengingat untuk rangkaian adat selanjutnya.

Ketiga Martupol

Jangan coba coba langsung masuk ketahap tiga ya sahabat adat, kalau proses satu dan dua belum terlaksana. Karena pada tahap ini sahabat adat akan bertukar cincin dengan calon pasangan. Biasanya d/lakuan pada tempat ibadah atau lembaga agama. Bakalan lucu bukan kalau langsung bertukar cincin tapi pasangannya tidak ada, mau tukaran dengan siapa. Hehehe

Dalam tahap ini sahabat adat wajib menghadirkan saksi untuk menandatangani perjanjian sebelum nikah. Pastikan semua keluarga sudah setuju, karena dalam tahap ini lembaga agama akan bertanya untuk mengesahkan hubungan sahabat adat.

Keempat Martonggo Raja

Proses terakhir dilakukan seketika setelah proses martumpol diselesaikan. Dalam proses ini kedua belah pihak akan membicarakan persiapan perniakahan. Dalam adat batak itu, pernikahannya begitu dirayakan secara besar-besaran. Jadi memerlukan persiapan yang agak ribet dan panjang sahabat adat.

Jadi kalau sahabat adat sudah masuk ketahap ini, siap siap untuk pusing tujuh keliling.

Setelah tahap ini diselesaikan, sahabat adat tinggal menunggu acara pernikahan yang biasanya disebut dengan Ulaon Unjuk. Ulaon unjok itu adlaah proses acara pernikahan. Bagaimana rangkaiannya? Akan kita ulas pada tulisan selanjutnya.

Junjung Adat…

Jaga Trdaisi…

1 thought on “Melamar Gadis Batak, Ketahui Adat dan Tradisinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *