Ingin Melamar Gadis Bugis? Kenali Tradisinya …

bugis

Suku Bugis merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia. Tahukah kamu, ternyata untuk melamar/meminang gadis bugis ada beberapa tahapan yang harus sahabat adat lalui. Nah, kalau sahabat adat punya niat untuk melamar gadis bugis, hal-hal ini harus sahabat adat ketahui terlebih dahulu.

Pertama: Mappese-pese’ (Pendekatan)

Kalau sahabat adat menaruh hati pada seorang gadis bugis, sampaikanlah kepada orang tua kita untuk melamarkan gadis tersebut. Kemudian, orang tua kita akan mempertimbangkan pilihan kita tadi, dan akan meminta pertimbangan kepada keluarga atau kerabat yang mengenal gadis tersebut. Wah, ga sembarangan ya sahabat adat, harus ada chek and ri chek nya juga. hehe.

Kalau sang kerabat bersedia, maka kerabat yang kita tunjuk akan bertamu kerumah orang tua si gadis bersama si laki-laki. Bertamu tentu tidak dengan tangan kosong ya sahabat adat, mesti ada buah tangan. Dalam pembicaraannyapun menyampaikan keinginan bahwa dengan niat baik mau mempertemukan keluarga. Nah inilah dalam tradisi adat masyarakat bugis yang d/sebut dengan mapesse-pese (pendekatan), bahasa gaulnya PDKT.

Ingat sahabat adat, kalau sudah lampu hijau, langsung gasssss. Artinya respon keluarga perempuan baik, langsung tentukan kapan akan datang untuk melamar. Tapi jangan coba untuk main-main ya sahabat adat, untuk melamar gadis bugis mental dan finansialmu harus siap.

Baca Juga: Ingin Melamar Gadis Banjar? Kenali adatnya…

Kedua: Massuro atau Madduta (Melamar)

Tahap ini adalah tahap yang menegangkan sahabat adat. Kenapa demikian?, walaupun kita sudah mendapatkan lampu hijau bukan berarti langsung bisa jalan. Bisa saja motormu mogok atau kehabisan bensin. Hehe.

Nah, kalau saat madduta ini kamu harus mempersiapkan bekal finansial yang kuat. Jika tidak sahabat adat bisa d/tolak  dengan keluarga pihak wanita.

Setelah ada penetapan waktu madduta, kedua belah pihak akan mulai sibuk tentunya. Karena akan mengundang keluarga terdekat dan tokoh masyarakat sekitar. Kaluarga pihak laki-laki akan menunjuk seorang juru bicara atau dalam bahasa bugisnya “pabbicara”. Jangan asal pilih juru bicara ya sahabat, harus yang ahli negosiasi agar niat baik sahabat adat bisa lancar.

Setelah ada pabbicara, sahabat adat tidak perlu ikut untuk melamar, bahkan orang tua dari laki-laki juga tidak perlu. Karena sudah ada perwakilan dari pabbicara.

Besarnya Uang Panai

Dalam acara madduta biasanya ada mammanu’manu (pantun ayam) sehingga menjadi kiasan proses lamaran. Dalam acara tersebut pihak laki-laki akan meyampaikan maksud kedatangannya. Keluarga si gadis akan mengajukan jumlah “dui menre” atau yang kita kenal dengan uang panai. Untuk sahabat adat kethaui, uang panai nya tergantung dengan status sosial sigadis, msialnya mengah kebawah 15-50 jt.

Wah kebayangkan, status sosial kebawah saja bisa sampai 50 juta sahabat adat. Apalagi kalau status sosialnya menengah keatas bisa 100-500 jt lho.

Akan tetapi jangan mundur sahabat adat. Jumlah uang panai juga bisa kecil, jika pendekatan keluarga laki-laki ke keluarga perempuan sudah sering.  Apalagi kalau juru bicara yang sahabat adat tunjuk ahli dalam bernegosiasi.

Nah ini yang perlu sahabat adat ketahui, penolakan saat melamar tidak akan d/bahasakan. Akan tetapi ada istilah “de na sitinaja”. De na sitinaja artinya jumlah uang panai yang d/minta pihak perempuan tidak sebanding dengan status sosialnya. Nah itulah yang disebut dengan penolakan yang halus tapi menyayat hati, sabar ya sahabat adat. hehehe

Kalau sahabat adat d/terima, akan masuk ketahap berikutnya. Tim adatkita.com menyebutnya sampai pada titik yang aman.

Ketiga: Mappenre Dui’/ Mappetu ada’ (Mengantar Uang/Menentukan hari)

Mappenre dui bisa dibilang bagian dari proses pesta. Pihak keluarga perempuan sudah mengundang kerabat dan para tetangga untuk menyasikan proses mappenre dui. Uang panai yang telah d/sepakati pada tahap kedua akan dihitung oleh saksi dan para tamu undangan.

Tidak hanya uang panai saja sahabat adat, ada juga yang namanya sompa (persembahan), seperti tanah, kebun atau emas untuk wanita. Semua sompa menjadi hak sepenuhnya bagi si wanita dan tidak boleh diambil. Meskipun nantinyaterjadi perceraian.

Wah, jangan sampai bercerai ya sahabat adat, rugikan sudah banyak keluar biaya toh. Hehe

Setelah proses ini selesai, baru menentukan hari yang baik melakukan akad nikah atau pesta.

Nah itulah sedikit ulasan dari tim adatkita.com, semoga bermanfaat bagi sahabat adat. Ingat ya sahabat adat kalau ingin melamar gadis bugis jangan lupa persiapkan mental dan persiapkan uang panainya. Tetapi jangan pernah takut sahabat adat, sebab jodoh sudah ditetapkan oleh Puangriala ta’ala ( Allah SWT).

Junjung Adat,

Jaga Tradisi….

 

 

2 thoughts on “Ingin Melamar Gadis Bugis? Kenali Tradisinya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *