Batimung Dalam Tradisi Pernikahan Suku Banjar

batimung

Batimung. Banjar merupakan salah satu dari sekian banyak suku yang ada di Indoensia. Begitu banyaknya suku, sehingga membuat kita bingung untuk mempelajarinya satu persastu. Bahkan tak hanya suku, tradisi uniknya pun bermacam-macam.

Kali ini tim adatkita.com akan memberikan ulasan mengenai tradisi batimung dalam pernikahan suku banjar.

Dalam tradisi masyarakat banjar, batimung biasanaya lebih d/kenal ketika akan melaksanakan pernikahan. Saat ini khususnya daerah kalimantan ternyata sudah ada klinik kecantikan yang menggunakan tradisi ini. Menarik bukan? Tradisi adat bisa d/jadikan pemasukan ternyata. Tetapi kita tidak akan mengkaji hal itu, tetapi bagaimana sebenarnya tradisi batimung pada suku banjar. Nantinya sahabat adat juga boleh coba d/rumah masing-masing setelah membaca artikel ini hingga akhir.

Baca Juga: Menguak Makna Filosofi Bahan Mappacci dalam Tradisi Pernikahan Bugis

Batimung merupakan spa tradisional yang d/lakukan oleh calon pengantin wanita. Biasanya hal ini d/lakukan dua atau tiga hari sebelum pernikahan berlangsung. Tujuan batimung d/laksanakan, agar mempelai wanita tampil lebih segar dan menebarkan harum serbak selama dalam persandingan.

Ternyata spa tradisional ini merupakan warisan warisan nenek moyang suku asli Banjarmasin Kalimantan selatan. Wajar saja kalau sahabat adat melihat gadis banjar cantik-cantik dan anggun manawan.

Bahan-Bahan 

Sebelum melakukan batimung sahabat adat harus menyiapkan berbagai rempah, seperti daun serai, daun limau (jeruk), parutan kunyit, pandan, laos (lengkuas). Selain bahan rempah juga ada bunga-bunga seperti bunga mawar, cempaka, melati dan kenanga. Selain itu sahabat adat juga harus menyediakan beberapa jenis akar-akaran.

Nah setelah semua bahan terkumpul, silahkan sahabat adat merebusnya dalam sebuah wadah. Wadahnya yang memungkin muat jangan sampat kekecilan. Nah, rebusan inilah yang akan d/gunakan sebagai uap untuk batimung.

Proses 

Sambil menunggu rebusan mendidih, biasanya calon pengantin perempuan akan d/lulur dengan bahan tradisional. Bahannya rempah-rempah yang sudah halus dan d/oleskan secara menyeleuruh kebagian tubuh.

Ketika rebusan telah mendidih, calon pengantin akan d/masukkan kedalam sebuah tikar yang berbentuk tabung. Jangan sampai semuanya tertutup ya sahabat adat, karena akan susah bernapas nantinya. Jadi hanya d/tutup setinggi leher saja. Dalam tikar akan ada kursi untuk tempat duduk calon pengantin. Nah bagian berlubang d/sekeliling leher akan ditutupi kain agar ketika d/uapkan rempah-rempah tadi tidak langsung keluar uapnya.

Selain sebagai tradisi, batimung juga dipercaya oleh suku banjar untuk menyembuhkan penyakit yang berada didalam tubuh. Misalnya penyakit kanker (Kantong kering), ups bercanda sahabat adat. Tapi memang batimung ini bisa menyembuhkan penyakit kulit, bau badan dan lain sebagainya.

Bagaimana sahabat adat, tertarik untuk mencobanya?

Junjung Adat…

Jaga Tradisi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *